Jl. Tembus Pringsurat KM 0,5 Kranggan 0815-7767-818 smkjbs01@gmail.com
TBSM

SMK Jenderal Bambang Sugeng Berhasil Konversikan Kendaraan Berbahan Bakar Minyak ke Listrik Berbasis Baterai

SMK Jenderal Bambang Sugeng berhasil mengkonversi kendaraan bermotor berbasis minyak ke kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

Dalam laporannya, Arifin, S.Pd. dan Hariyadi Nurohman,S.Pd., Pengampu Mata Pelajaran Produktif Teknik Sepeda Motor menjelaskan, bahwa SMK Jenderal Bambang Sugeng telah selesai melaksanakan kegiatan konversi motor bahan bakar minyak menjadi motor listrik, yang dilaksanakan pada tanggal 23 hingga 27 Juni 2024 di Polda Jawa Timur.

“Kegiatan dilaksanakan dalam rangka Hari Bhayangkara yang diikuti oleh 50 peserta dari Propinsi Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jawa Timur. Dari 50 peserta tersebut, Alhamdulillah SMK Jenderal Bambang Sugeng telah lulus dan layak jalan melalui uji kendaraan,” jelas Arifin.

Uji kendaraan, terang Arifin dan Hariyadi, dilakukan Polri melalui Polda Jatim maupun PT MMP (Mitra Metal Perkasa), selaku penyelenggara konversi.

Setelah ditandatangani perjanjian kerjasama antara PT Mitra Metal Perkasa, PT Prima Sindu Arta Gemilang dan SMK Jenderal Bambang Sugeng, maka SMK Jenderal Bambang Sugeng akan ditunjuk menjadi bengkel resmi pelaksana konversi.

 

 

“Sehingga kepada masyarakat akan bisa mengkonversi motornya dari BBM menjadi Motor Listrik di SMK Jenderal Bambang Sugeng,” jelas Arifin.

Dalam sosialisasi tersebut, Kacabdin Pendidikan Wilayah VIII Jateng dan Pengawas SMK berkesempatan melakukan uji coba dengan mengendarai kendaraan bermotor listrik.

Karena ini amanah, pesan Maryanto, maka kepercayaan ini harus dijalankan dengan sebaik-baiknya. Artinya bapak ibu guru yang sudah mengikuti sosialisasi dan pembekalan serta peningkatan kompetensi harus menyebarkan atau menularkan kepada peserta didik.

“Khususnya jurusan TBSM, agar semua memahami bahwa sekarang sudah dimulai gerakan konversi motor minyak ke motor listrik,” ujar Maryanto.

Terpisah, Hariyadi Nurohman, S.Pd., dari Tim Konversi SMK Jenderal Bambang Sugeng menjelaskan, dalam konversi ini, mesin motor berbahan bakar minyak diambil kemudian diganti mesinnya, meliputi tiga komponen, yakni konverter, motor dan bagian kelistrikannya.

Dalam uji coba yang dilakukan di Polda Jatim dengan melibatkan PT MMP, sudah diujicoba dengan mengukur kecepatan perputaran roda, daya cengkeram pengereman, serta torsinya dan uji coba lampu-lampu sesuai aturan yang ada.

“Alhamdulillah uji coba lolos semua dan siap jalan,” ungkap Hariyadi.

Menurut Hariyadi, motor listrik berbasis baterai ini, menggunakan baterai produksi PT MMP. Baterai memiliki voltase 72, besaran daya 2.000 watt, daya tahan baterai untuk jarak 40-60 km.

“Ada indikator dari penggunaan baterai ini. Jika sudah mencapai 20 persen, maka baterai harus dicasa kurang lebih 2,5 jam lamanya,” pungkas Hariyadi, sambil menambahkan bahwa saat ini dua kendaraan bermotor yang sudah dikonversikan tersebut sedang dalam proses kepengurusan surat-suratnya. (HW)

Leave a Reply